Cerita tentang kita memang begitu singkat, sesingkat saat kita duduk bersama di gubuk itu. Saat senja menyapa perut yang terasa sangat lapar. Aku minum seteguk saja tadi sebelum kau mengajakku mencari alamat yang kau cari.
Cerita kita hanya sebatas perjalanan dari Pendowo sampai Pendowoharjo. Ya.. hanya sesingkat itu. Itu pun kita harus berjalan sendiri-sendiri. Tak bisa bergandeng tangan, tapi hati kita satu. Satu tujuan. Tak perlu bicara karena kita sudah tau. Tak perlu bertatap karena kita tak terpisah.
Cerita kita yang lain hanya sebatas jalanan yang berkelok. Menggores jiwa yang tak abadi, menyisakan secuil kisah yang tak pernah terlupa. Kau datang dengan senyummu untuk menguatkan aku. Pesanmu, “ jangan ada acara mampir ke terminal, aku pulang untuk kembali..” Hari terakhir aku melihatmu, sampai saat ini hanya ku temui ragamu dalam mimpiku.
Cerita selanjutnya hanya tercipta dalam mimpi. Hanya kau yang tau mimpimu dan hanya aku yang tau mimpiku. Kau hanya tinggalkan sketsa yang bisu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar