Selasa, 01 Mei 2012

Baitullah dan Bagindaku


Senyum itu kini asri
Dulu tertatih tp kini berlari
Aq yang kerdil dihadapanMu Rabb
Tersungkur bersujud atas nikmatMu
Meniti jalan penuh batu
Bukan Hajar Aswad yang kucium
Tapi batu panas yang mendekap kelam

Aq seorang Mahmudah
Tapi tak bisa menjunjung nama
Penuh bintik hitam di atas kanvas yang dulunya putih
Rabbi,,, panggil aq ke Baitullah
Pertemukan aq dengan kekasihku
Baginda Muhammad,,,
Meski hanya nisan,lembaran kain hijau yang terlihat
Tapi senyumnya akan terbayang, melekat di hati
Anggun menyentuh...
Dingin bukan membeku
Pemberi syafa'atul 'udzma fil akhiroh,,
Semoga aq termasuk di dalamnya
amin ya Rabb,,,,



Ighfirlii... dzunubi ya Allah,,,
Wa’fu’anna, waghfirlanaa, warhamna ya Allah...
Wabarokatan firrizki ya Allah,,,
Maka, tanah haram akan segera ku tapaki... amin,,,
Mina, Makkah, Madinah, Multazam, Jeddah, Muzdalifah..
Arafah, Shofa dan Marwa sambut aq...

Selasa, 24 April 2012

Senja, 12 April 2012



Mega menjelang sebelum magrib
Ada yang tiba2 hilang
Dibalik kaca ada tetesan air mata
Hangat,,tak kuasa aq mengendalikan
Senja itu...aku tahu sesuatu..

Kau tahu...???
Senyummu dlm bayang tiba2 hilang
Beribu sajak tak lagi bermakna
Puisi yang pernah tercipta untukku
Terbakar hangus mendebu

Senja menangis,,,hati ku menggigil
Harapanku terlepas
Meninggalkan cerita berimbun daun
Hijau...berembun...
Dingin...membeku...
Rembulan...purnama bersinar,,mengejek..
Aq terduduk lesu
Di gubuk tanpa jendela
Pengap...tak ada cahaya...

Aq pernah bermimpi di suatu malam yg merindu
Kau dan aq berdo'a bersama di Baitullah, Makkatul Mukarromah....

Aq berdo'a di pelataran sajadah sepertiga malam

Kau akan menjadi imamku di magrib seterusnya...




Senin, 09 April 2012

Saat kau disamping ku

menjawab tulisan yang tak tau tertulis untuk siapa
malam itu kau hadir dalam mimpi
aq menunggumu,,,,
ternyata kau datang..
menggenggam erat tangan q...lama..

aq tak pernah merasakan
meski bayu menghantarkan rindu
meski magrib menghantarkan suara

kau pernah bilang untuk datang lagi
kau pernah bilang untuk pulang
setelah pertemuan terakhir di jalan berkelok
aq sakit tapi tak merasa
karena kau ada disampingku
saat itu,,,

aq tau kau khawatir,
aq tau kau ada cinta
aq tau kau juga rindu

"sebenarnya ada cinta, tapi aq tak maumenanggapinya. sebab aq takut akan menjadi nafsu yang merajalela"
itu katamu suatu senja...
sekarang kau ada dimana musafir ku,,,??
aq rindu senyummu,,
aq rindu berdiri di belakangmu
bersujud di magrib yang sama....





Kamis, 05 April 2012

Entah Siapa...???


Aq pernah melihatmu duduk disana,,entah di meja yang mana
Aq pernah bermimpi tentangmu,,entah di malam yang mana

sekarang,,,wajahmu selalu hadir,,entah di kanvas yang mana
senyum itu pernah aq lihat,,entah kapan waktunya
sekarang,,,ada tinta yang selalu tergores
entah di kertas yang mana...

entah...harus berapa lembaran lg yg akan kutulis
entah...berapa malam lg aq akan merindumu
entah kapan qt akan memulai lg perjalanan'y..
aq tak tau...

"tunggu aq disini,,sebab waktu tak bisa menunggu,, cinta ini selalu menanti...di sini.."
kau pernah berkata seperti itu
entah untuk siapa...???

Sajak Kau dan Aku


lihatlah aku....
dalam gontaian hati merasa sepi ku tulis sajak-sajak yang tak pernah mempunyai arti
hanya mereka yang mengetahui perasaan yang dapat mengerti
sajak ini seharusnya tak pernah ada...

karena dirimu...
aku telah melahirkannya
tulisanku adalah keberulangan ritme yang terus berulang dalam ulangan hidup...
kau mungkin pernah dengar kata ini
dan kau mungkin pernah menulis kata itu...
dalam intonasi yang berbeda...

kau mungkin juga pernah membaca dengan cara ini...
atau kau mungkin pernah membaca dengan cara itu...


lihatlah aku....
bergerak gontai hati dirasa nestapa
di puing-puing semenanjung harapan aku tak bisa lagi bermimpi..
. hanya sajak ini yang mewakili semua cita-cita...
hanya ini yang dapat bernyanyi....

kau mengerti masa depan...
tapi kau takkan menjadi masa depan...
karena kau akan ada di masa depan...

kau mengerti masalalu...
tapi kau kan menjadi masalalu...
karena kau telah melewati masalalu...

lihatlah aku....

Rabu, 04 April 2012

Cerita Perjalananku

Cerita tentang kita memang begitu singkat, sesingkat saat kita duduk bersama di gubuk itu. Saat senja menyapa perut yang terasa sangat lapar. Aku minum seteguk saja tadi sebelum kau mengajakku mencari alamat yang kau cari.
Cerita kita hanya sebatas perjalanan dari Pendowo sampai Pendowoharjo. Ya.. hanya sesingkat itu. Itu pun kita harus berjalan sendiri-sendiri. Tak bisa bergandeng tangan, tapi hati kita satu. Satu tujuan. Tak perlu bicara karena kita sudah tau. Tak perlu bertatap karena kita tak terpisah.
Cerita kita yang lain hanya sebatas jalanan yang berkelok. Menggores jiwa yang tak abadi, menyisakan secuil kisah yang tak pernah terlupa. Kau datang dengan senyummu untuk menguatkan aku. Pesanmu, “ jangan ada acara mampir ke terminal, aku pulang untuk kembali..” Hari terakhir aku melihatmu, sampai saat ini hanya ku temui ragamu dalam mimpiku.
Cerita selanjutnya hanya tercipta dalam mimpi. Hanya kau yang tau mimpimu dan hanya aku yang tau mimpiku. Kau hanya tinggalkan sketsa yang bisu.